Jakarta, 24 Mei 2022 - Bertempat di lantai 8 gedung
Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi/BKPM Republik Indonesia Bupati Poso dr.
Verna G.M Inkiriwang di dampingi Kepala Bapelitbangda Kab. Poso Dr. Drs. Jhon
Yus Madoli, M.Si, Kadis Penanaman Modal dan PTSP Kab. Poso, Putera Botilangi,
SE., M.Si dan Kepala BPBD Kab. Poso, Dharma Metusala SP., MP melakukan rapat
kerja bersama Deputi Bidang Perencanaan Kementerian Investasi/BKPM Indra
Darmawan, Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Noor Fuad Fitrianto serta Staf
Ahli Menteri Investasi/BKPM Rizal Calvari Marimbo.
Agenda utama rapat kerja Bupati Poso bersama pejabat
Kementerian Investasi/BKPM RI, membahas terkaitan dengan usulan pengembangan
Pariwisata dan pertanian di Kabupaten Poso.
Dikatakan Bupati Poso dr. Verna G.M Inkiriwang bahwa sektor
pariwisata dan pertanian di Kabupaten Poso merupakan sektor unggulan yang dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat yang tentunya akan selaras dengan program-program strategis
pemerintah pusat dalam meningkatkan investasi sektor pariwisata dan pertanian
nasional.
Juga di Katakan Bupati Poso bahwa destinasi wisata yang ada
di Kabupaten Poso sangat unik dan menarik untuk di kunjungi para wisatawan
nasional maupun mancanegara, antara lain objek wisata alam danau Poso, patung
megalith palindo, situs megalith pokekea dan masih banyak tempat lainnya serta
pada bulan Oktober yang akan datang Kabupaten Poso melalui Kementerian
Pariwisata RI dan Pemprov Sulteng akan menggelar ivent Festival Danau Poso
(FDP) yang telah menjadi salah satu ivent wisata nasional. selain itu sektor
pertanian di Kabupaten Poso sangat berperan penting dalam menyokong
ketersediaan stok pangan yang cukup, didukung areal kawasan pertanian yang
luas, tanah yang subur serta yang strategis untuk pengembangannya.
Bupati Poso berharap, melalui Kementerian Investasi/BKPM RI
dapat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Poso untuk pengembangan investasi
pada sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Poso sehingga akan terbangun
sinergitas dan kolaborasi program pusat dan daerah secara berkesinambungan.
Dikatakan Deputi Perencanaan Kemeterian Investasi/BPKM RI,
sangat mengapresiasi strategi pemasaran pariwisata dan pengembangan sektor
pertanian dalam rangka percepatan pencapaian Visi Misi Pemkab Poso Tahun
2021-2026.
Kementerian Investasi/BKPM berkomitmen dalam melakukan
pendampingan dan pengembangan investasi sektor pariwisata dan pertanian di
Kabupaten Poso. Beberapa hal yang menjadi saran dan masukan dari Deputi
Perencanaan Kemeterian Investasi/BKPM RI untuk perecepatan pengembangan sektor
pariwisata di Kabupaten Poso seperti lokasi pengembangan investasi pariwisata,
pengembangan project destinasi pariwisata serta serta Kabupaten Poso dapat
melaksanakan invesment forum bekerjasama dengan Bank Indonesia.
Sumber : Bid. Kominfosandi | Kab. Poso
Direktur PT. NAPU VALLEY RESERVE dalam paparannya ingin
mengembangkan tanaman singkong untuk bahan baku industri baik untuk keperluan
pemasaran dalam negeri maupun kebutuhan ekspor dalam bentuk produk turunan dari
tapioka seperti bio ethanol. mereka membutuhkan lahan minimal 8000 Hektar
kebutuhan bio ethanol di Indonesia sebagian masih diimpor dari luar negeri tiap
tahun 1 juta ton sedangkan pasar ekspor ke Cina sangat besar yaitu rata-rata
puluhan juta ton, berdasarkan pengalaman mereka mengembangkan tanaman singkong
di daerah Lampung dan Jawa Timur, produktivitas singkong rata-rata hasilnya 20
ton per hektar sehingga dibutuhkan lahan yang sangat luas untuk dapat memenuhi
kebutuhan bahan baku industri singkong. Dalam paparannya juga direktur tersebut
mengatakan bila mendapat izin dan kesempatan mereka akan berinvestasi di Napu
karena mereka sudah melihat langsung Kawasan tersebut.
Sumber (Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Poso)